Avoir Froid De La Solitude De La Vie

J'ai trois fenetres ma chambre, l'amout, la mer, la mort, et toi...?

Thursday, September 29, 2005


I
diantara desakan muak kehidupan malam ini ta' ragu…. Pffhhh!!!!
ku bawa sepasang kaki menuju gerombolan kawan-kawanku berdiri, mencari sosok seseorang
aliran darahku naik, dan memenuhi isi kepala
dan ku cari dirinya…suara-suara menjarumi gendang telingaku
dimana kau? hewan-hewan bersayap sudah mulai berkeliling mencumbu tanduk, menggulung dan menuntun menuju sumber angin, dan kau seenaknya saja menghilang!
ah, kau! di sini rupanya! Dan kau peluk diriku! mendadak rasa takut ku hilang…karena pelukan mu?
kini kalungku tinggal sensasi nikmataku melayang, terus ikuti ayunan alur pengaruh hawa di pikiranku
sepasang tangan kekar menjagaku, mengalungkannya di lingkar pinggangku
dan sebuah kepala menyandar di dadanya, kepala kurasa hangat mengalir, sebuah bunga kering tiba-tiba tersenyum
daunnya hidup, memenuhi batang dan ranting,
lengkap dengan ulat-ulat hijau yang gemuk-gemuk
seirama kami melangkah mengikuti desakan keinginan bawah sadar kami
pelan ku arahkan tangan ku, ku genggam rambutmu, basah oleh keringatmu
MPpFhH…
air tubuh terus keluar dari pori-pori tubuh kami
sebuah ketergantungan menggelayut
II
dan terus berputar hingga putaran matahari dan bulan
Aku jatuh cinta… ?!
sebuah mimpi
III
bagaimana kekasihku? Aku merindukanmu, Kau..?
[lebih kuat dari masa dulu, Kau..?]
IV
dari kejauhan wajah bulatnya tersenyum menatap langkah ku menuju permadani berpijak
menanti ku hampir ta’ mengenali aku….?
Ya, karena ada oksigen baru di darah ku dikelilingi sinar bahagia,
atau hanya karena styling baru kuaku cantik katamnya… dan sinar sayang juga berkomunikasi dari aura mata
sebuah palu godam menghantamku keluar atmosfer bumi
aku bersalah atas sesuatu yang ta’ ku persilahkan bertamu
…)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home