Avoir Froid De La Solitude De La Vie

J'ai trois fenetres ma chambre, l'amout, la mer, la mort, et toi...?

Thursday, September 29, 2005

telah dua puluh enam tahun kutatap waktu berputar,matahari yang bersilau terik membakar segalanya,
juga bulan yang berkawan sungai perak membanjiri dunia akan kesunyian dan kepiluan
airmata Sang Penguasa yang meludahi tanah pijakan
pelangi yang menampakkan senyum hangat di wajah biru
bernyanyi bersama makhluk-makhluk bersayap
dua puluh enam tahun pula semua berputar mengelilingiku
terus berputar berganti posisi,
saling mempersilahkan pada masing-masing untuk mencicipi nikmat kehidupan dan bersahabat dengan ketentraman jiwa
tapi tidak nasib dan takdir ku …seonggok mayat hidup ta’ mampu bergerak
sepasang bola mata mati tak beraliran semangat
potongan daging tinggi yang hanya mampu menghirup udara panas kebencian
dua daun telinga yang dikunci rapat karat mendesis
sepuluh batang daging lengan tak berfungsi
sepasang kaki yang terantai kuat
hati hitam dicekoki kekecewaan
otak dipenuhi pertanyaan-pertanyaan tanpa keberadaan jawaban
terbuang
dicampakkan
sendiri menangis di sudut ruangan kehidupan
ta’ kuceritakan pada siapa pun
ku simpan harta karun kehidupan
sumber mata air bagi nafas kukeinginan untuk bebas berbahagia memiliki cinta
itulah aku … !
Jakarta, 15 oktober 2002 jam 12.39 pagi

0 Comments:

Post a Comment

<< Home