Avoir Froid De La Solitude De La Vie

J'ai trois fenetres ma chambre, l'amout, la mer, la mort, et toi...?

Thursday, September 29, 2005

tulang anjing geladak

tulang
aku hanya punya satu ruang sempit temaram namun tulus dan kesesakan itu harus mampu kuberi untuk dua makhluk tercintaku
ANJING
aliran listrik sudah ta’ mampu lagi mengganti bola lampu redup yang kian hari semakin gulita. dinding gelap mengalirkan air mata, menjerit-jerit memutuskan tali gendang telinga, membungkuk membuat tetesan ingus menjadi ombak. hidung semakin tegak, dan mata mengeluarkan gemerutuk mengiringi bibir yang semakin menipis menjadi satu dalam dau dan pipi
geladak
pintu terketuk dan lantai menjawab, “Aku tahu jendela menutup kacanya rapat-rapat, tapi apa bisaku? Bahkan menggeser alas kaki welcome pun aku ta’ mampu. Katakan saja dambamu ke atap yang mentereng gagah, ia mampu melindungimu dari seringai matahari dan peluk beku laut perak. Aku ta’ mampu! Tapi walaupun begitu kau ta’ kan bisa pergi, karena sang atap meludahimu! Seperti anjing geladak yang melumuri tulang dengan air liur!”kami lalu memejamkan mata dalam gundukan dengan nisan bertuliskan peristirahatan terakhiraku hanya punya satu ruang sempit temaram namun tulus dan kesesakan itu harus mampu kuberi untuk dua makhluk tercintaku: sepotong tulang untuk dua ekor anjing geladak.
Jakarta Kamis 14 April 2005, 22.19

0 Comments:

Post a Comment

<< Home